silabus ekonomi

PENGEMBANGAN SILABUS EKONOMI
SEKOLAH MENENGAH ATAS

A. PENDAHULUAN
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum pada KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Selain dari itu, penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005.
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
KTSP disusun berdasarkan panduan BSNP terdiri atas dua bagian. Pertama, Panduan Umum yang memuat ketentuan umum pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan pada satuan pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang terdapat dalam SI dan SKL. Kedua, model Silabus yang dikembangkan oleh sekolah sesuai dengan potensi dan kondisi daerah.
Panduan pengembangan kurikulum maupun silabus disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :
(a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
(b) belajar untuk memahami dan menghayati,
(c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
(d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan
(e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
Penerapan pendidikan berbasis kompetensi memerlukan penyusunan kurikulum dalam bentuk pengembangan silabus dan sistem penilaian, sebagai acuan yang jelas dalam mencapai kompetensi yang diharapkan. Kompetensi lulusan ini dijabarkan menjadi sejumlah standar kompetensi mata pelajaran. Dalam cakupan yang luas, standar kompetensi merupakan acuan dalam merancang semua program pembelajaran siswa di sekolah. Selanjutnya standar kompetensi dijabarkan menjadi sejumlah kompetensi dasar, Yaitu kemampuan minimal mata pelajaran yang harus dikuasai siswa.
Tuntutan konpetensi yang terdapat dalam Stadar Isi, menekankan pada kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan suatu jenjang pendidikan, yaitu kemampuan yang secara umum harus dikuasai lulusan. Oleh karena itu, diperlukan penyusunan kurikulum dalam bentuk pengembangan silabus dan penilaian, sebagai acuan yang jelas dalam mencapai kompetensi yang diharapkan (dokumen II).
Dalam meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing maka diperlukan standar kompetensi lulusan dan standar Isi yang terdiri dari kompetensi untuk setiap mata pelajaran. Sesuai dengan Undang-Undang Otonomi Daerah, penentuan standar kompetensi dan kompetensi dasar secara nasional untuk semua jenjang pendidikan mulai Sekolah Dasar sampai dengan SLTA menjadi kewenangan pusat, sedangkan daerah/sekolah memiliki kewenangan untuk mengembangkan silabus yang disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing. Sehingga siswa mendapatkan bekal pengetahuan dan kecakapan untuk bisa hidup di masyarakat. Bekal ini diperoleh melalui kegiatan pembelajaran atau pengalaman belajar di sekolah, adapun bekal kegiatan pembelajaran pengalaman belajar di sekolah sedapat mungkin menberi bekal siswa dalam mencapai kecakapan untuk berkarya di masyarakat.

B. PENGEMBANGAN SILABUS
Istilah silabus digunakan untuk menyebut pengembangan kurikulum yang berupa penjabaran lebih lanjut dari Standar Kompetensi yang ingin dicapai menjadi Kompetensi Dasar, Materi Pokok dan uraian materi serta Pengalaman Belajar. yang akan diterapkan dalam proses belajar mengajar, perkiraan Alokasi Waktu serta Media dan Sumber Belajar yang digunakan. Dengan demikian silabus berisikan garis besar, ikhtisar, pokok-pokok isi/materi pembelajaran dengan menjawab pertanyaan apa yang akan diajarkan..
Di dalam kurikulum ditentukan kompetensi yang berisi kebulatan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang ingin dicapai, pengalaman belajar yang harus dilakukan dan evaluasi untuk mengetahui keberhasilan pembelajarannya. Pengembangan kurikulum dan pembelajaran Ekonomi, harus memperhatikan : (1) apa yang harus diajarkan, (2) bagaimana cara mengajarkannya, (3) bagaimana cara mengetahui bahwa yang kita ajarkan dapat difahami oleh siswa. Oleh karena itu penyusunan silabus mata pelajaran Ekonomi disusun dalam rangka menjawab pertanyaan tujuan dan materi Ekonomi apa yang akan diajarkan kepada siswa beserta kegiatan pembelajarannya, alat peraga atau sumber belajar yang digunakan serta bagaimana mengevaluasi proses dan hasil belajar siswa. Mengenai bagaimana mengevaluasi hasil belajar tidak dibahan dalam makalah ini.
Silabus Ekonomi merupakan perencanaan pembelajaran yang berisikan garis-garis besar bahan ajar dan pengalaman belajar yang ingin diciptakan. Dan disusun berdasarkan prinsip prinsip: 1) ilmiah, sesuai dengan kondisi siswa, sitematis, 2) konsistensi, relevansi, adequasi (kecukupan) antar komponen silabus, dan 3) kelayakan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.

C. KARAKTERISTIK ILMU EKONOMI
Keberadaan ilmu ekonomi sebagai suatu disiplin ilmu sangat diperlukan karena manusia selalu dihadapkan untuk membuat pilihan dalam kehidupannya. Oleh karena itu dalam pembelajaran ilmu ekonomi harus memmudahkan siswa untuk mampu membuat pilihan-pilihan secara rasional dan membuat siswa dapat menggunakan konsep-konsep dalam ilmu ekonomi untuk menganalisis persoalan-persoalan ekonomi personal dan kemasyarakatan.
Metode pemecahan masalah yang digunakan dalam pembelajaran ekonomi diturunkan dari metode dari metode ilmiah, yang menekankan pada analisis atas dasar logika dapat diterapkan dalam pembelajaran ilmu ekonomi. Lima langkah pendekatan pemecahan masalah terddiri dari:
1. Mendifinisikan masalah
2. Menginventarisasi pilihan kebijakan atau keputusan yang mungkin dapat dilakukan.
3. Menetapkan kriteria atau tujuan dari alternatif yang harus dicapai.
4. Menganalisis konsekuensi dari setiap pilihan kebijakan atau keputusan, dengan menggunakan konsep-konsep ekonomi yang relevan dan menilai tiap pilihan sesuai dengan tujuan.
5. Memutuskan alternatif yang terbaik dan relatif penting sesuai dengan hasil evaluasi mengenaian tujuan-tujuan yang berbeda.
Adapun isi atau konsep dasar ilmu ekonomi dapat dikelompokkan menjadi konsep-konsep pokok sebagai berikut:
1. Konsep-konsep ekonomi fundamental
2. Konsep-konsep mikro ekonomi
3. Konsep-konsep makro ekonomi
4. Konsep-konsep ekonomi internasional
5. Konsep-konsep metode pengukuran dan
6. Tujuan-tujuan sosial yang luas.
Sesuai dengan isi ilmu ekonomi tersebut, dapat dikemukakan karakteristik ilmu ekonomi sebagai berikut:
1. Ilmu ekonomi berangkat dari fakta atau gejala ekonomi yang nyata
Kenyataan menunjukkan bahwa kebutuhan manusia tidak terbatas sedangkan sumber-sumber ekonomi sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan jumlahnya terbatas/langkah. Tidak terbatasnya kebutuhan manusia dan kelangkaan sumber ekonomi tersebut dapat dijumpai dimana-mana. Ilmu ekonomi mampu menjelaskan gejala-gejala tersebut sebab ilmu ekonomi dibangun dari dunia nyata.
2. Ilmu ekonomi mengembangkan teori-teori untuk menjelaskan fakta secara rasional.
Agar manusia mampu membaca dan menjelaskan gejala-gejala ekonomi secara sistematis, maka disusunlah konsep dan teori ekonomi menjadi bangunan ilmu ekonomi. Selain mempunyai persyaratan sistematis, ilmu ekonomi juga memenuhi persyaratan keilmuan yang lain yaitu obyektif dan mempunyai tujuan yang jelas.
3. Umumnya, analisis yang digunakan dalam ilmu ekonomi adalah metode pemecahan masalah.
Metode pemecahan masalah cocok digunakan dalam analisis ekonomi sebab obyek dalam ilmu ekonomi adalah permasalahan dasar ekonomi. Permasalahan dasar tersebut yaitu barang apa yang harus diproduksi, bagaimana cara memproduksi dan untuk siapa barang diproduksi. Ketiga permasalahn dasar tersebut pada intinya berangkat dari adanya kelangkaan sumber-sumber ekonomi.
4. Inti dari ilmu ekonomi adalah memilih alternatif yang terbaik.
Untuk mencapai kemakmuran manusia mempunyai banyak pilihan kegiatan. Namun, dari sekian banyak pilihan kegiatan tersebut dapat dianalisis secara ekonomi sehingga dapat ditentukan alternatif pilihan mana yang paling optimal baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Ilmu ekonomi dapat digunakan untuk menentukan alternatif pilihan kegiatan ekonomi yang terbaik.
5. Lahirnya ilmu ekonomi karena adanya kelangkaan sumber pemuas kebutuhan manusia
Apabila sumber ekonomi keberadaannya melimpah (tidak langkah), maka ilmu ekonomi tidak diperlukan lagi bagi kehidupan manusia. Demikian juga kalau penggunaan sumber ekonomi sudah tertentu (tidak dapat digunakan secara alternatif), ilmu ekonomi juga tidak diperlukan lagi.
D. LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS
Silabus Ekonomi SMA merupakan seperangkat rencana dan pelaksanaan pembelajaran, oleh karena itu, silabus harus disusun secara sistematis dan berisikan komponen-komponen yang saling berkaitan untuk memenuhi target pencapaian kompetensi dasar. Beberapa komponen silabus minimal yang dapat membantu dan memandu para guru dalam mengelola pembelajaran, antara lain berisi: 1) Identitas Mata Pelajaran, 2) Standar Kompetensi, 3) Kompetensi Dasar, 4) Materi Pokok dan uraian materi 5) Kegiatan Pembelajaran atau Pengalaman Belajar, 6) Indikator, 7) Penilaian, 8) Alokasi waktu, 9) Sarana dan sumber belajar.
1. Identitas Mata Pelajaran
Dalam silabus perlu ditulis identitas mata pelajaran yang meliputi; (1) Nama Sekolah, (2) Program Studi, (3) Mata Pelajaran (4) Kelas/semester, (5) Standar Kompetensi
2. Standar Kompetensi
Standar kompetensi merupakan seperangkat kompetensi (kebulatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan) yang dibakukan sebagai hasil belajar pada bahan kajian tertentu. Standar kompetensi Ekonomi dapat dilihat dalam Standar Isi yang dikembangkan oleh BNSP. Standar kompetensi mata pelajaran adalah kompetensi yang harus dikuasai siswa setelah melalui proses pembelajaran Ekonomi. Dalam Standar Isi mata pelajaran Ekonomi terdapat satu standar kompetensi pada setiap kelas.
3. Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar adalah kemampuan minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh siswa atau kemampuan minimal yang harus dapat dilakukan atau dutampilkan oleh siswa dari standar kompetensi untuk suatu mata pelajaran. Dengan demikian kompetensi dasar Ekonomi adalah kemampuan minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh siswa atau kemampuan minimal yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa dari Standar Kompetensi untuk mata pelajaran Ekonomi.
Kata kerja yang digunakan pada kompetensi dasar bisa sama dengan kata kerja yang digunakan pada standar kompetensi, namun cakupan materinya lebih sempit. Dengan demikian kompetensi dasar merupakan perincian lebih lanjut dari standar kompetensi yang meliputi pengetahuan, keterampilan atau sikap yang harus dikuasai oleh siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi.
4. Materi Pokok dan Uraian materi
Adalah pokok-pokok materi yang harus dipelajari oleh siswa sebagai sarana pencapaian Kompetensi Dasar atau tujuan pembelajaran. Dalam pengembangan materi Ekonomi hendaknya memperhatikan karakteristik materi Ekonomi tersebut diatas.
Materi pembelajaran ekonomi dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis yaitu
a) Fakta : antara lain nama obyek, nama tempat, nama organisasi, peristiwa sejarah, masalah global dan lain-lain
Misalnya: Indonesia sebagai pengekspor minyak bumi; banyak tenaga kerja kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri; harga bahan bakar minyak naik; kondisi perekonomian lesu; banyak tenaga kerja menuntut kenaikan upah menimun dan lain-lain
b) Konsep: antara lain definisi, pengertian, hakikat
Misalnya permintaan, penawaran, elastisitas, laba/rugi, ongkos, revenu, pendapatan nasional, inflasi, deflasi dan lain-lain
c) Prinsip: antara lain rumus, dalil, paradikma
Misalnya:
1) Jika permintan meningkat sedangkan penawaran tetap maka harga keseimbangan suatu produk akan naik, dan sebaliknya jika penawaran meningkatan sedang permintaan tetap maka harga akan turun.
2) Rumus untuk menghitung koefisien elastisitas, regresi, korelasi, laba maksimal ongkos minimal
d) Prosedur: antara lain berupa langkah-langkah yang harus dikerjakan secara urut, contoh:
1) Dalam membahas tentang penentuan harga dan output keseimbangan secara sistematis, terlebih dahulu harus membahas permintaan dan penawaran.
2) Dalam menggambar kurva biaya produksi, pertama-tama siswa harus mencermati data yang telah disediakan atau persamaan biaya. Kedua siswa menulis output untuk menunjukkan arti nilai sumbu datas, dan biaya untuk sumbu tegak. Ketiga siswa menempatkan titik-titik koordinat (output,biaya). Keempat menghubungkan titik-titik koordinat untuk membentuk kurva biaya produksi.
Hal yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan materi adalah kemanfaatan, alokasi waktu, kesesuaian, ketetapan, situasi dan kondisi lingkungan masyarakat, kemampuan guru, tingkat perkembangan peserta didik, fasilitas, keseimbangan aspek disiplin dan fleksibilitas.
Prinsip yang perlu diperhatikan dalam menentukan materi pembelajaran ekonomi adalah :
a) Relevansi : yaitu relevan atau sinkron antara materi pembelajaran dengan kemampuan dasar yang ingin dicapai. Materi pembelajaran yang dipilh harus benar-benar sesuai dan memadai dalam rangka mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan.
b) Konsistensi : yaitu konsisten, ada keajegan antara materi pembelajaran dengan kompetensi dasar dan standar kompetensi.
c) Adequasi (kecukupan), berarti cakupan materi mata pelajaran yang diberikan cukup lengkap untuk tercapainya kemampuan yang telah ditentukan.
Agar penjabaran dan penyesuaian Kemampuan Dasar tidak meluas dan melebar, maka perlu diperhatikan kriterian untuk menyeleksi materi yang perlu diajarkan. Kriteria tersebut antara lain:
a) Sahih (Valid)
Materi yang akan dituangkan dalam pembelajaran benar-benar telah teruji kebenaran dan kesahihannya. Pengertian ini juga berkaitan dengan keaktualan materi, sehingga materi yang diberikan dalam pembelajaran tidak ketinggalan jaman dan memberikan kontribusi untuk pemahaman kedepan.
b) Tingkat Kepentingan
Dalam memilih materi perlu dipertimbangkan pertanyaan berkut: sejauh mana materi tersebut penting dipelajari? Penting untuk siapa? Di mana dan mengapa penting? Dengan demikian, materi yang dipilih untuk diajarkan tentunya memang yang benar-benar diperlukan oleh siswa.

c) Kebermanfaatan
Manfaat harus dilihat dari semua sisi, baik secara akademis maupun nonakademis. Bermanfaat secara akademis artinya guru harus yakin bahwa materi yang diajarkan dapat memberikan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan yang akan dikembangkan lebih lanjut pada jenjang pendidikan selanjutnya. Bermanfaat secara nonakademis maksudnya adalah bahwa materi yang diajarkan dapat mengembangkan kecakapan hidup (life skill) dan sikap yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
d) Layak Dipelajari
Materi memungkinkan untuk dipelajari, baik dari aspek tingkat kesulitannya (tidak terlalu mudah, atau tidak terlalu sulit) maupun aspek kelayakannya terhadap pemanfaatan bahan ajar dan kondisi setempat.
e) Menarik Minat
Materi yang dipilih hendaknya menarik minat dan dapat memotivasi siswa untuk mepelajarinya lebih lanjut. Setiap materi yang diberikan kepada siswa harus mampu menumbuhkembangkan rasa ingin tahu, sehingga memunculkan dorongan untuk mengembangkan sendiri kemampuan mereka.

5. Kegiatan Pembelajaran atau Pengalaman Belajar
Pengalaman belajar adalah kegiatan fisik maupun mental yang perlu dilakukan oleh siswa dalam berinteraksi dengan obyek belajar untuk menguasai kompetensi dasar dan materi pokok. Berbagai alternatif pengalaman belajar dapat dipilih sesuai dengan jenis kompetensi serta materi yang dipelajari. Dengan demikian pengalaman belajar menunjukkan aktivitas yang dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan obyek bel;ajar untuk mencapai kompetensi dasar
Pengalaman belajar dapat dilakukan baik di kelas maupun diliar kelas. Bentuk pengalaman belajar di dalam kelas dapat berupa telaah buku, telaah Undang-Undang, mengadakan percobaan, berdiskusi. Pengalaman belajar di luar kelas dilakukan dengan jalan mengunjungi obyek studi yang berada di luar kelas, seperti melakukan observasi, mengamati, penggalian data dan sebagainya. Ditinjau dari dimensi kompetensi yang ingin dicapai, pengalaman belajar siswa meliputi pengalaman belajar kognitif, psikomotorik dan afektif.
Pengalaman belajar sebagai wahana pengembangan kecakapan hidup (Life Skills) yang didasarkan atas pokok-pokok pikiran bahwa hasil proses pembelajaran selain beripa penguasaan siswa terhadap kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, juga berupa kecakapan lain yang secara implisit diperoleh melalui pengalaman belajar secara langsung.
Life Skill (Kecakapan Hidup) adalah :
Kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya.

Keterangan:
 Kecakapan Generik:
 Kecakapan Mengenal Diri
 Kesadaran akan eksistensi diri
 Kesadaran akan potensi diri
 Kecakapan Berfikir Rasional
 Kecakapan menggali informasi
 Kecakapan mengolah informasi
 Kecakapan mengambil keputusan
 Kesakapan memecahkan masalah
 Kecakapan Sosial
 Kecakapan komunikasi lisan
 Kecakapan komunikasi tertulis
 Kecakapan bekerja sama
 Kecakapan Spesifik:
 Kecakapan Akademik
 Kecakapan mengidentifikasi variabel
 Kecakapan menghubungkan variabel
 Kecakapan merumuskan hipotesis
 Kecakapan melaksanakan penelitian
 Kecakapan Vokasional/Kejuruan

6. Indikator
Indikator adalah karakteristik, ciri-ciri, tanda-tanda, perbuatan, atau respon, yang harus dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk menunjukkan bahwa dia telah menguasai kompetensi dasar. Jadi indikator merupakan sesuatu yang dapat memberikan petunjuk apakah hasil belajar dapat tercapai atau tidak. Perumusan indikator menggunakan kata kerja operasional, agar dapat diukur dan dibuat soal ujiannya. Kata kerja operasional yang digunakan pada indikator seperti membedakan, memakai, menghitung, membaca, pemperbesar, memperkecil dan lain-lain. Setiap kompetensi dasar dapat dikembangkan manjadi beberapa indikator pencapaian hasil belajar yang digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan penilaian. Artinya seorang guru dalam mengembangkan penilaian janganlah terpaku pada Kompetensi Dasar yang dikembangkan hanya mencontoh dari katakerja operasional yang ada dalam Kompetensi Dasar, tetapi masih dimungkinkan Guru mengembangkan lagi menjadi indikator pencapaian hasil belajar yang disesuaikan dengan potensi siswa atau sekolah sesuai dengan tuntutan KTSP. Adapun kata kerja operasional untuk pengembangan indikator sebagai berikut:
Klasifikasi Kata Kerja Operasional Sesuai dengan Tingkat Berpikir
Berhubungan dengan mencari keterangan (dealing with retrieval)
1. Menjelaskan (describe)
2. Memanggil kembali (recall)
3. Menyelesaikan / menyempurnakan (complete)
4. Mendaftarkan (list)
5. Mendefinisikan (define)
6. Menghitung (count)
7. Mengidentifikasi (identify)
8. Menceritakan (recite)
9. Menamakan (name)

Memproses (processing):
1. Mengsintesisikan (synthesize)
2. Mengelompokkan (group)
3. Menjelaskan (explain)
4. Mengorganisasikan (organize)
5. Meneliti /melakukan eksperimen (experiment)
6. Membuat analog (make analogies)
7. Mengurutkan (sequence)
8. Mengkategorisasikan (categorize)
9. Menganalisis (analyze)
10.Membandingkan (compare)
11. Mengklasifikasi (classify)
12. Menghubungkan (relate)
13. Membedakan (distinguish)
14. Menyatakan sebab-sebab (state causality)

Menerapkan dan Mengevaluasi
1. Menerapkan suatu prinsip (applying a principle)
2. Membuat model (model building)
3. Mengevaluasi (evaluating)
4. Merencanakan (planning)
5. Memperhitungkan / meramalkan kemungkinan (extrapolating)
6. Meramalkan (predicting)
7. Menduga / Mengemukan pendapat / mengambil kesimpulan (inferring)
8. Meramalkan kejadian alam /sesuatu (forecasting)
9. Menggeneralisasikan (generalizing)
10.Mempertimbangkan /memikirkan kemungkinan-kemungkinan(speculating)
11. Membayangkan /mengkhayalkan (Imagining)
12.Merancang (designing)
13.Menciptakan (creating)
14. Menduga /membuat dugaan/kesimpulan awal (hypothezing)

Kata Kerja Operasional
sesuai dengan Karakteristik Obyek (Matapelajaran)

1. Perilaku yang Kreatif
a. Mengubah (alter)
b. Menanyakan (ask)
c. Mengubah (change)
d. Merancang (design)
e. Menggeneralisasikan (generalize)
f. Memodifikasi (modify)
g. Menguraikan dengan kata-kata sendiri (paraphrase)
h. Meramalkan (predict)
i. Menanyakan (question)
j. Menyusun kembali (rearrange)
k. Mengkombinasikan kembali (recombine)
l. Mengkonstruk kembali (reconstruct)
m. Mengelompokkan kembali (regroup)
n. Menamakan kembali (rename)
o. Menyusun kembali (reorder)
p. Mengorganisasikan kembali (reorganize)
q. Mengungkapkan kembali (rephrase)
r. Menyatakan kembali (restate)
s. Menyusun kembali (restructure)
t. Menceritakan kembali (retell)
u. Menuliskan kembali (rewrite)
v. Menyederhanakan (simplify)
w. Mengsintesis (synthesize)
x. Mengsistematiskan (systematize)

2. Perilaku-perilaku Kompleks, Masuk Akal, dan bisa mengambil /pertimbangan /keputusan (complex, logical, judgmental behaviors)
a. Menganalisis (analyze)
b. Menghargai (appraise)
c. Menilai (assess)
d. Mengkombinasikan (combine)
e. Membandingkan (compare)
f. Menyimpulkan (conclude)
g. Mengkontraskan (contrast)
h. Mengkritik (critize)
i. Menarik kesimpulan (deduce)
j. Membela/mempertahankan (defend)
k. Menunjukkan / menandakan (designate)
l. Menentukan (determine)
m. Mencari /menjelajah (discover)
n. Mengevaluasi (evaluate)
o. Merumuskan (formulate)
p. Membangkitkan/menghasilkan /menyebabkan (generate)
q. Membujuk/menyebabkan (induce)
r. Menduga/Mengemukan pendapat/mengambil kesimpulan (infer)
s. Merencanakan (plan)
t. Menyusun (structure)
u. Menggantikan (substitute)
v. Menyarankan (suggest)

3. Perilaku-perilaku yang Membedakan-bedakan secara umum (General Discrimination behaviors)
a. Memilih (choose)
b. Mengumpulkan (collect)
c. Mendefinisikan (define)
d. Menjelaskan sesuatu (describe)
e. Mendeteksi (detect)
f. Membedakan antara 2 macam (differentiate)
g. Membedakan/Memilih-milih (discriminate)
h. Membedakan sesuatu (distinguish)
i. Mengidentifikasi (identify)
j. Mengindikasi (indicate)
k. Mengisolasi (isolate)
l. Mendaftarkan (list)
m. Memadukan (match)
n. Meniadakan (omit)
o. Mengurutkan (order)
p. Mengambil (pick)
q. Menempatkan (place)
r. Menunjuk (point)
s. Memilih (select)
t. Memisahkan (separate)

4. Perilaku-perilaku Sosial
a. Menerima (accept)
b. Mengakui/menerima sesuatu (admit)
c. Menyetujui (agree)
d. Membantu (aid)
e. Membolehkan/menyediakan/ memberikan (allow)
f. Menjawab (answer)
g. Menjawab/mengemukakan pendapat dengan alasan-alasan (argue)
h. Mengkomunikasikan (communicate)
i. Memberi pujian/ mengucapkan selamat (compliment)
j. Menyumbang (contribute)
k. Bekerjasama (cooperate)
l. Berdansa (dance)
m. Menolak /menidaksetujui (disagree)
n. Mendiskusikan (discuss)
o. Memaafkan (excuse)
p. Memaafkan (forgive)
q. Menyambut/ menyalami (greet)
r. Menolong/membantu (help)
s. Berinteraksi/melakukan interaksi (interact)
t. Mengundang (invite)
u. Menggabung (joint)
v. Menertawakan (laugh)
w. Menemukan (meet)
x. Berperanserta (participate)
y. Mengizinkan/membolehkan (permit)
z. Memuji-muji (praise)
aa. Bereaksi (react)
ab. Menjawab/menyahut (reply)
ac. Tersenyum (smile)
ad. Berbicara (talk)
ae.Berterimakasih (thank)
af. Berkunjung (visit)
ag.Bersukarela (volunteer)

5. Perilaku-perilaku berbahasa
a. Menyingkat/memendekkan (abbreviate)
b. Memberi tekanan pada sesuatu /menekankan (accent)
c. Mengabjad/menyusun menurut abjad (alphabetize)
d. Mengartikulasikan/ mengucapkan kata-kata dengan jelas (articulate)
e. Memanggil (call)
f. Menulis dengan huruf besar (capitalize)
g. Menyunting (edit)
h. Menghubungkan dengan garis penghubung (hyphenate)
i. Memasukkan (beberapa spasi) /melekukkan (indent)
j. Menguraikan / memperlihatkan garis bentuk/ menggambar denah atau peta (outline)
k. Mencetak (print)
l. Mengucapkan/melafalkan/ menyatakan (pronounce)
m. Memberi atau membubuhkan tanda baca (punctuate)
n. Membaca (read)
o. Mendeklamasikan/ membawakan/menceritakan (recite)
p. Mengatakan (say)
q. Menandakan (sign)
r. Berbicara (speak)
s. Mengeja (spell)
t. Menyatakan (state)
u. Menyimpulkan (summarize)
v. Membagi atas suku-suku kata (syllabicate)
w. Menceritakan (tell)
x. Menerjemahkan (translate)
y. Mengungkapkan dengan kata-kata (verbalize)
z. Membisikkan (whisper)
aa. Menulis (write)
7. Penilaian
Bentuk penilaian berbasis kelas dapat dilakukan melalui tes maupun non tes. Bentuk penilaian tes dapat dilakukan secara lisan tertulis dan perbuatan, sedangkan bentuk penilaian non tes dilakukan dengan menggunakan skala sikap, cek lis, kuesioner, observasi, studi kasus dan portofolio.
Jenis penilaian tes
1. Tes tertulis (paper and Pencil test)
Tes tertulis biasanya dilaksanakan secara kelompok dengan mengambil tempat disuatu ruang tertentu. Adapun bentuknya bisa tes tertulis uraian dan tes tertulis obyektif ( pilihan ganda, menjodohkan, benar salah.
2. Tes perbuatan (Performance test)
Penilaian tindakan atau tes praktik yang secara efektif dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pengumpulan berbagai informasi tentang bentuk-bentuk perilaku yang diharapkan muncul dalam diri siswa (keterampilan). Alat yang dipergunakan adalah lembar pengamatan, yaitu untuk menilai mutu suatu pekerjaan dari segi keterampilan, ketepatan, kecepatan, kemampuan merencanakan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Penilaian tes perbuatan ini dilakukan sejak persiapan, proses sampai dengan produk/ hasil.
3. Tes lisan
Tes lisan digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar dalam bentuk kemampuan mengemukakan ide-ide dan pendapat-pendapat secara lisan. Untuk melaksanakan tes lisan diperlukan alat-alat tes berupa soal-soal lisan.
Jenis penilaian non tes
1. Observasi
Untuk mengevaluasi hasil belajar aspek psikomotor, misalnya dalam praktik keterampilan, diskusi, bermain dan lain-lain.Adapun format yang digunakan seperti format pengamatan terlampir.
2. Kuesioner
Digunakan untuk mengevaluasi hal-hal yang bersifat umum dikalangan peserta didik, antara lain: identitas peserta didik, minat siswa, pendapat siswa dan untuk melihat kecenderungan peserta didik pada suatu saat. Daftar pertanyaan yang akan diajukan dapat berbentu angket
3. Wawancara
Wawancara tidak jauh berbeda dengan angket yang membedakan pertanyaan dijawab langsung oleh peserta didik yang bersangkutan, sehingga terjadi hubungan timbal balik. Pedoman wawancara dapat berbentuk pertanyaan, isian, daftar cek atau skala pilihan.
8. Alokasi Waktu
Alokasi waktu pembelajaran suatu kompetensi dasar tertentu diperhitungkan berdasarkan analisis dan atau pengalaman penggunaan jam pelajaran untuk mencapai suatu kompetensi dasar di kelas. Jadi alokasi waktu berisi perkiraan alokasi waktu yang akan digunakan dalan mencapai kompetensi yang diharapkan
9. Sarana dan Sumber Belajar
Sarana
Dalam proses belajar mengajar, sarana pembelajaran sangat membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Yang dimaksud dengan sarana pembelajaran dalam uraian ini lebih ditekankan pada sarana dalam arti media/alat peraga.
Sarana berfungsi memudahkan terjadinya proses pembelajaran. Oleh karena itu hendaknya dipilih sarana yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) menarik perhatian dan minat siswa, 2) memahami sesuatu hal secara konkret dan sekaligus mencegah atau mengurangi verbalisme, 3) merangsang tumbuhnya pengertian dan atau usaha pengembangan nilai-nilai, 4) sederhana, mudah digunakan dan dirawat, dapat dibuat sendiri oleh guru atau diambil dari lingkungan sekitar.
Salah satu azas belajar menyatakan bahwa semakin banyak media pembelajaran dimanfaatkan secara tepat dapa proses belajar mengajar, semakin besar daya serap siswa terhadap materi yang dipelajari
Sumber Belajar
Sumber belajar yang utama bagi guru adalah sarana cetak seperti : buku, brosur, majalah, poster, lembar informasi lepas, peta, foto dan lingkungan sekitar.

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas, Dirjen Dikdasmen, 2002, Konsep dasar Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hidup (Lifge Skill), Jakarta, Direktorat Pendidikan Menengah Umum.

Depdiknas, Dirjen Dikdasmen, 2003, Pendekatan Kontektual (Contextual Teaching and Learning), Jakarta : Direktorat Pendidikan Menengah Umum

Departemen Pendidikan Nasional, BNSP, 2006, Standar Isi Mata Pelajaran Ekonomi SMA, Jakarta : Purkur.

Departemen Pendidikan Nasional, Puskur, 2006, Pedoman Pengembangan Silabus, Jakarta : Purkur.

Departemen Pendidikan Nasional, 2002, Pola Induk Pengembangan Silabus Berbasis Kemampuan Dasar Sekolah Menengah Umum (SMU), Jakarta :Dirjen Dikdasmen, Direktorat Pendidikan Menengah Umum.

Universitas Negeri Yogyakarta, 2002, Pengembangan Silabus Berbasis Kemampuan Dasar Siswa SMU, Mata Pelajaran Ekonomi , Yogyakarta, Program Pasca Sarjana.

PENGEMBANGAN SILABUS

Disampaikan pada:
Diklat Guru Mata Pelajaran Ekonomi SMA Jenjang Dasar
Tanggal : 16 s.d 29 April 2008
Di PPPPTK PKn dan IPS Malang

Disusun oleh:
Dra. Endang Ekowati, M.Pd.
Drs. Zainuri, S.H., M.Pd.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
2008

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s